KETERAMPILAN DASAR BERTANYA

PEMBAHASAN

 

  1. A.    PENDAHULUAN

Salah satu tugas pokok guru adalah mengajar. Mengajar merupakan pekerjaan profesional yang memerlukan keahlian khusus yang ditempuh melalui pendidikan dan pengalaman. Karena itu tidak semua orang “dapat menjadi guru” yang baik. Guru tidak dilahirkan melainkan dibentuk terlebih dahulu. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan mengajar secara teori maupun praktik. Guru harus mempunyai kompetensi profesional dalam mengajar. Mengajar selalu berlangsung dalam suatu proses pembelajaran yang aktual yang memerlukan seni dalam penanganannya. Disamping memiliki keterampilan mengajar ketrampilan ini juga memerlkan latihan secara spesifik dalam bentuk micro teaching. Micro teaching merupakan syarat mutlak bagi calon guru untk mendapatkan pengalaman-pengalaman berdiri didepan kelas dan melatih kemampuan bertindak sebagai administrator pendidikan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Pembelajaran micro bagi setiap calon guru sebagai bekal persiapan menghadapi praktik lapangan. Kegiatan micro teaching ditujukan kepada calon guru agar dilatih untuk menunjukkan keaktifan dan kemampuannya sebagai calon seorang guru. Kemampuan yang dilatihkan bagi setiap calon guru adalah keterampilan dasar mengajar yang meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, bertanya, memberi pengutan, mengadakan variasi, membimbing diskusi kelompok kecil dan perorangan, keterampilan mengelola kelas dan keterampilan mengaktifkan belajar siswa.

Dari beberapa keterampilan dasar mengajar, salah satu keterampilan yang tidak bisa dianggap mudah adalah ketrampilan menjelaskan dan keterampilan bertanya. Dalam kegiatan pembelajaran, pembicaraan guru yang dianggap berpengaruh langsung terhadap siswa sering mendominasi kelas. Sebagian dari pembicaraan guru termasuk ke dalam kegiatan menjelaskan dan kegiatan bertanya. Salah satu tujuan kegiatan menjelaskan adalah untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam memecahkan berbagai masalah melalui cara berfikir yang lebih sisematis, sedangkan  kegiatan bertanya bertujuan untuk memperoleh informasi dan meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dan siswa dan antara siswa dengan siswa. Dengan demikian pertanyaan, pertanyaan yang diajukan guru tidak semata-mata bertujuan mendapatkan informasi tetapi yang jauh lebih penting adalah untuk mendorong para siswa agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dan melalui kegiatan micro teaching ini diharapkan calon guru dapat menguasai dan terampil dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar di lapangan.

  1. B.     MATERI

 

  1. 1.    KETERAMPILAN BERTANYA

1.1     PENGERTIAN

Keterampilan bertanya menurut Tim LP3I (2010:99) adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya melibatkan/menggunakan tanya jawab. Keterampilan bertanya merupakan keterampilan yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atau balikan dari orang lain.

Mengajukan pertanyaan dengan baik adalah mengajar yang baik. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respons dari seseorang yang terkenal. Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal seperti stimulasi efektif yang mendorong kemampuan berpikir,antara lain:

  1. Merangsang kemampuan berpikir siswa.
  2. Membantu siswa dalam belajar.
  3. Mengarahkan siswa pada tingkat interaksi beljar mandiri.
  4. Meningkatkan kemampuan berpikir siswa dari kemampuan berpikir tingakat rendah ke tingkat yang lebih tinggi.
  5. Membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang dirumuskan.

 

  1. A.    Dasar-Dasar Pertanyaan yang Baik
    1. Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
    2. Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan.
    3. Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu.
    4. Berikan waktu yang cukup kapada anak untuk berpikir  sebelum menjawab pertanyaan.
    5. Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh murid secara merata.
    6. Berikan respons yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya.
    7. Tuntunlah jawaban sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.
  1. B.     Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya Dasar
    1. Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat

Pertanyaan guru harus diungkapkan secara jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan taraf perkembangannya.

  1. Pemberian acuan

Sebelum memberikanpertanyaan, guru perlu memberikan acuan yang berupa pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang dihrapkan dari siswa.

  1. Pemindahan giliran

Adakalanya satu pertanyaan perlu dijawab oleh lebih dari seorang siswa karena jawaban siswa benar atau belum memadai.

  1. Penyebaran

Untuk melibatkan siswa sebanyak-banyaknya di dalam pelajaran, guru perlu menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak agar semua siswa mendapat giliran secara merata.

  1. Pemberian waktu berpikir

Setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa, guru perlu memberi waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menunjuk salah seorang siswa menjawabnya

  1. Pemberian tuntunan

Bila siswa itu menjawab salah atau tidak dapat menjawab, guru hendaknya memberikan tuntunan kepada siswa itu agar ia dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.

  1. 7.      Teknik menggali ( probing question)

Probing question adalah pertanyaan yang bersifat menggali untuk mendapatkan jawaban lebih lanjut dari murid guna mengembangkan kualitas jawaban yang pertama, sehingga yang berikutnya lebih jelas, akurat, serta lebih beralasan.

  1. 8.      Pemusatan (Focussing)

Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang ruang lingkupnya luas, kemudian dilanjutkan ke pertanyaan yang lebih khusus.

  1. C.    Latihan Penerapan Keterampilan Bertanya Dasar
    1. Dalam pengajaran mikro

Siapkan satu pengajaran yang banyak menggunakan interaksi verbal antara anda dengan yang anda anggap siswa. Buatlah beberapa pertanyaan yang akan anda ajukan selama pengajaran berlangsung.

  1. Dalam praktik pengalaman lapangan

Amatilah pola penyebaran pertanyaan oleh guru pamong anda. Apakah faktor-faktor penting yang mempengaruhinya? Bila perhatian guru tidak tersebar, bagaimana mengatasinya?

Gunakan lembar observasi dan diskusikan hasilnya.

  1. Penerapan keterampilan bertanya lanjut dalam praktik pengalaman lapangan.
    1. Pada waktu anda melaksanakan PPL di SD latihan, sebaiknya amati terlebih dahulu cara dan jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru pamong, kemudian catatlah hal-hal berikut:

1)      Pola urutan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru pamong dikelasnya. Apakah pertanyaan yang umum diikuti dengan pertanyaan pelacak?

2)      Pertanyaan-pertanyaan yang anda anggap merupakan usaha guru pamong untuk meningkatkan daya nalar siswa.

3)      Apakah guru menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak?

4)      Apakah guru cukup memberikan waktu berpikir kepada siswa untuk menjawab pertanyaan?

  1. Gunakan hasil catatan itu pada waktu anda mendapat tugas praktik di TK atau SD latihan.
  1. D.    Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya Lanjutan

Adapun komponen-komponennya adalah sebagai berikut:

  1. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif pertanyaan.

Pertanyaan yang dikemukakan guru dapat mengandung proses mental yang berbeda-beda, dari proses mental yang rendah sampai proses mental yang tinggi. Oleh karena itu, guru dalam mengajukan pertanyaan hendaknya berusaha mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan dari tingkat mengikat kembali  fakta-fakta ke berbagai tingkat kognitif lainnya yang lebih tinggi seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

  1. Pengaturan urutan pertanyaan.

Guru dapat mengatur urutan pertanyaan yang diajukan kepada siswa dari tingkat mengikat, kemudian pertanyaan pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

  1. Penggunaan pertanyaan melacak.

Jika jawaban yang diberikan oleh siswa dinilai benar oleh guru, tetapi masih dapat ditingkatkan menjadi lebih sempurna, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pelacak kepada siswa tersebut.

  1. Peningkatan terjadinya interaksi.

Jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab, tetapi melontarkannya kembali kepada siswa lainnya.

  1. E.     Teknik dasar bertanya dilakukan dalam proses pembelajaran antara lain:
    1. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan langsung diajukan kepada semua peserta didik, dan berikan waktu secukupnya untuk berpikir menjawabnya.
    2. Mencegah jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaa.
    3. Mempersilahkan peserta didik untuk menjawab.

1.2  JENIS-JENIS PERTANYAAN

Jenis-Jenis Pertanyaan Menurut Maksudnya

  1. Pertanyaan Permintaan (Compliance Question)

Pertanyaan permintaan adalah pertanyaan yang mengharapkan agar murid mematuhi perintah yang diucapkan dalam  bentuk pertanyaan.

  1. Pertanyaan Retoris (Rhetorical Question)

Pertanyaan retoris yaitu pertanyaan yang tidak menghendakijawaban, melainkan akan dijawab sendiri oleh guru.

  1. Pertanyaan  mengarahkan/ menuntun (Prompting Question)

Pertanyaan mengarahkan/menuntun adalah pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada murid dalam proses berpikirnya.

  1. Pertanyaan menggali (Probing Question)

Pertanyaan menggali adalah pertanyaan lanjut yang akan mendorong murid untuk lebih mendalami jawabannya terhadap pertanyaan sebelumnya.

Jenis-jenis  Pertanyaan Menurut Teksonomi Bloom

  1. Pertanyaan Pengetahuan ( Precal l Question atau Legde Question)

Pertanyaan pengetahuan ialah pertanyaan yang hanya mengharapkan jawaban yang sifatnya hafalan atau ingatan terhadap apa yang telah dipelajari murid, dalam hal ini murid tidak di minta pendapatnya atau penilaiannya terhadap suatu problema atau persoalan.

 

  1. Pertanyaan Pemahaman (Comprehension Question)

Pertanyaan ini menuntut murid untuk menjawab pertanyaan dengan jalan mengorganisir informasi-informasi yang pernah diterimanya dengan kata-kata sendiri, atau membaca informasi yang dilukiskan melalui grafik atau kurva.

  1. Pertanyaan Penerapan ( Aplication Question )

Pertanyaan penerapan ialah pertanyaan yang menuntut  murid untuk memberikan jawaban tunggal dengan cara menerapkan: pengetahuan, informasi, aturan-aturan, kriteria dan kejadian yang sesungguhnya.

 

  1. Pertanyaan Analisis ( Analysis Question)

Pertanyaan analisis ialah pertanyaan yang menuntut murid untuk menemukan jawaban dengan cara mengidentifikasi, mencari bukti-bukti , dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi-informasi yang ada.

  1. Pertanyaan sintesis (Synthesis Question)

Ciri dari pertanyaan ini ialah jawabannya yang benar tidak tunggal melainkan lebih  dari satu dan menghendaki murid untuk mengembangkan potensi serta daya kreasinya

  1. Pertanyaan evaluasi (Evaluation Question)

Pertanyaan ini menghendaki murid untuk menjawabnya dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu issu yang ditampilkan.

Jenis-jenis Pertanyaan Menurut Luas Sempitnya Sasaran

  1. Pertanyaan sempit (Narrow Question)

Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang tertutup (convergent) yang biasanya kunci jawabannya telah tersedia.

  1. Pertanyaan luas ( Broad Question)

Ciri pertanyaan ini adalah jawabannya mungkin lebih dari satu, sebab pertanyaan ini belum mempunyai jawaban yang spesifik, sehingga masih diharapkan yang terbuka.

 

  1. Pertanyaan luas menilai (valuing qustion)

Pertanyaan ini meminta untuk mengadakan penilaian terhadap aspek kognitif maupun sikap.

  1. 2.     KETERAMPILAN MENJELASKAN      

2.1  PENGERTIAN

Kegiatan menjelaskan merupakan aktivitas mengajar yang tidak dapat dihindari oleh guru. Penjelasan diperlukan karena tidak terdapat dalam buku, guru harus menuturkan secara lisan.untuk menyampaikan bahan pelajaran yang berkaitan dengan hubungan antar konsep, guru perlu menjelaskan secara runtut dan runut.

Menurut Tim LP3I (2010:78) kegiatan menjelaskan adalah menuturkan secara lisan mengenai sesuatu bahan pelajaran, maka keterampilan secara sistematis dan terencana sehingga memudahkan siswa untuk memahami bahan pelajaran. Sedangkan menurut Usman (2005:88-89) keterampilan menjelaskan adalah penyajian secara lisan yang diorganisasi secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui.

Ditinjau dari isi yang disampaikan oleh guru kepada siswa, makna penjelasan dapat dibedakan antara lain :

  1. Menyampaikan Informasi

Diartikan sebagai pemberitahuan, menyatakan bahwa “ ini adalah begini” meceritakan, menyampaikan fakta, memberi instruksi. Dengan demikian menyampaikan berarti memberitahukan, menceritakan, dan atau memberi intruksi tentang bahan pelajaran, sehingga siswa setelah diberitahu atau diberi informasi mengenai isi bahan pelajaran kemudian diminta untuk menerima dan mengingatnya.

  1. Menerangkan

Isi yang disampaikan menunjukkan “apa” atau “bagaimana” sesungguhnya sesuatu itu. Jadi dalam hal ini isi bersifat pengertian atau istilah. Karena itu menerangkan berarti menunjukkan “apa dan bagaimana” isi bahan/materi pelajaran itu sehingga orientasi penekanannya adalah menerangkan bahan pelajaran untuk diterima dan dimengerti oleh siswa.

  1. Menjelaskan

Isi yang disampaikan mennjukkan “mengapa” atau “untuk apa” sesuatu terjadi demikian, menunjukkan “hubungan” antara dua hal atau lebih. Menjelaskan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan maksud untuk menyampaikan, menerangkan, dan menguraikan, secara rinci tentang suatu materi sehingga siswa dapat memahami bukan sekedar mengetahui.

  1. Memberi motivasi

Diartikan memberi dorongan, menimbulkan mnat, perhatian dan kemauan siswa. Biasanya guru harus juga menunjukkan mengapa bahan pelajarn ini perlu dipelajari, apa gunanya,untuk apa diketahui.

  1. Mengajukan pendapat pribadi.

Mengenai suatu kejadian/peristiwa/keadaan, guru dapat mengajukan pandangan pribadinya. Sebaiknya dengan didahului kata-kata “menurut saya sendiri” dan disertai alasan-alasan fakta atau data yang mendukung pendapatnya itu. Karena pendapat tersebut bersifat subyektif berarti siswa harus diberi kebebasab untuk mengajukan pendapat pula yang mungkin tidak sama dengan guru.

2.2        Tujuan Keterampilan Menjelaskan

Menurut Tim LP3I tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar mengajar antara lain :

  1. Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam pemaham terhadap konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
  2. Untuk memperkuat struktur kognitif esrta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran
  3. Membantu peserta didik dalam memecahkan masalah
  4. Membantu memudahkan peserta didik dalam mengasimilasi dan mengakomodasikan konsep
  5. Mengkomunikasikan ide, gagasan (pesan) kepada peserta didik
  6. Melatih peserta didik mandiri dalam mengambil keputusan
  7. Melatih pesrta didik berfikir logis apabila penjelasan guru kurang    sistematis.

2.3        Alasan Perlunya Keterampilan Menjelaskan Dikuasai Oleh Guru

Memberikan penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dalam perbuatan guru, karena itu ada beberapa alasan mengapa keterampilan dalam menjelaskan perlu dikuasai, antara lain :

  1. Pada umumnya interaksi komunikasi lisan di dalam kelas didominasi oleh guru.
  2. Sebagian besar kegiatan guru adalah informasi. Untuk itu efektivitas pembicaraan perlu ditingkatkan
  3. Menjelaskan yang diberikan guru dan yang ada dalam buku sering kurang dipahami oleh peserta didik. karena tidak semua murid dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya
  4. Informasi yang diperoleh peserta didik agak terbatas. Kurangnya sunber yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh murid dalam belajar.

2.4        Perencanaan dan Pelaksanaan Keterampilan Menjelaskan

Untuk dapat menjelaskan sesuatu dengan jelas maka dituntut penguasaan materi yang mantap, kemampuan menganalisis pokok persoalan yang akan dibahas, serta perencanaan yang matang dan bagaimana langkah-lagkahnya untuk menjelaskan materi tertentu kepada orang lain, maka dari itu keterampilan menjelaskan meliputi dua segi yaitu :

  1. Perencanaan

Penjelasan yang diberikan oleh guru perlu direncanakan dengan baik, dalam merencanakan suatu penjelasan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu yang berkenaan dengan isi pesan (penjelasan) dan penerimaan pesan. Dalam merencanakan isi penjelasan yang akan disampaikan guru perlu mengadakan:

  1. Analisis pengertian yang akan diterangkan

Menerangkan suatu pengertian dimaksud untuk menguraikan jawaban atas pertanyaan apa atau bagaimana sesungguhnya sesuatu itu.

  1. Analisis pokok persoalan yang hendak dijelaskan

Menjelaskan sesuatu dimaksudkan untuk menguraikan jawaban atas pertanyaan mengapa dan untuk apa sesuatu itu terjadi demikian, tidak hanya itu dengan menunjukkan hubungan antara dua pengertian atau lebih sehingga menjadi jelas bagaimana dua hal atau lebih berkaitan satu sama lain.

Sedangkan pada tahap penerima pesan , penjelasan yang diberikan oleh guru dapat dikatakan berhasil bila menimbulkan pengertian dalam diri siswa. Penjelasan yang tidak dimengerti siswa berarti gagal sebagai penerimaan. Oleh karena itu dalam merencanakan atau mempersiapkan suatu penjelasan harus dipertimbangkan baik-baik kepada siapa penjelasan itu akan disampaikan. Sebeb berhasil atau tidaknya penjelasan seorang guru sangat tergantung dari kesiapan siswa untuk menerimanya.

  1. Pelaksanaan

Setelah merencanakan penjelasan yang baik maka pelaksanaan penyajian diharapkan baik pula, sehingga mudah dimengerti oleh para siswa. Mutu pelaksanaan dapat ditingkatkan dengan komponen-komponen ketrampilan menjelaskan berikut ini :

  1. Orientasi

Dengan memberi orientasi atau pengarahan dimaksudkan untuk mengantar siswa pada pokok persoalan yang akan dibahas dan menempatkan penjelasan yang akan disampaikan dalam suatu kerangka yang lebih luas.

  1. Bahasa yang sederhana

Kejelasan suatu penjelasan dapat ditingkatkan dan didukung dengan penggunaan bahasa yang baik. Hal ini dapat menyangkut segi-segi diantaranya bahasa yang diucapkan hendaknya jelas kata-katanya, kalimat hendaknya sederhana dan pendek, apabila terdapat istilah asing hendaknya segera dijelaskan, hindari ungkapan yang kabur, menggunakan waktu diam sejenak sebelum mengutarakan hal yang penting.

  1. Penggunaan contoh dan ilustrasi

Pemahaman siswa terhadap prinsip/dalil/hukum dapat ditingkatkan dengan menghubungkannya pada kejadian sehari-hari atau kegiatan yang sering dijumpai siswa. Berarti guru harus memberikan contoh-contoh yang nyata, konkrit, jelas, sesuai daya tangkap dan lingkungan siswa.

  1. Pemberian tekanan atau memberikan penjelasan yang paling penting

Agar penjelasan guru mudah ditangkap siswa, hendaknya tata susunan atau urutan langkah-langkah ditunjuk dengan jelas, sehingga siswa dapat dengan mudah membedakan mana yang pokok, mana yang bukan, berarti bahwa guru harus menekankan pada hal-hal yang pokok-pokok.

  1. Variasi dalam penyajian

Bila penjelasan yang berisikan uraian kemungkinan besar minat siswa terhadap pelajaran akan berkurang. Oleh karena itu guru harus pandai memikat perhatian siswa. Keterampilan menjelaskan tidak berarti guru terlalu serius sepanjang jam pelajaran, perlu juga diselingi informasi lain yang ringan dan lucu. Semakin pelajaran yang diberikan kurang menguntngkan semakin perlu guru mengadakan variasi, baik dalam cara menyampaikan materi pelajaran maupun dalam metode dan proses interaksi.

  1. Penggunaan balikan, mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang belum dipahami.

Dalam menyajikan penjelasan, guru hendaknya tidak hanya bicara sendiri, melainkan juga memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pengertiannya atau ketidakmengertiannya. Lebih baik mengajukan pertanyaaan konkrit kepada siswa mengenai hal yang baru dijelaskan atau memancing pertanyaan dari siswa.

2.5  Prinsip-Prinsip Keterampilan Menjelaskan

Langkah-langkah dalam menjelaskan menurut Wardani dalam Zainal (2010:85)mengemukakan bahwa prinsip-prinsip penjelasan perlu dipahami antara lain :

  1. Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, atau di akhir pembelajaran.
  2. Penjelasan harus relevan dengan tujuan.
  3. Guru dapat memberi penjelasan bila ada pertanyaan siswa atau dirancang guru sebelumnya penjelasan itu materinya harus bermakna bagi siswa
  4. Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa.

2.6  Latihan Penerapan dalam Pengajaran Mikro

Sajikan penjelasan selama 10 menit dan gunakan lembar observasi keterampilan menjelaskan sebagai pedoman.

2.7 Latihan Penerapan dalam PPL

  1. Sajikanlah pelajaran yang sama pada dua kelas yang homogen.
  2. Mintalah teman sejawat untuk mengamati salah satu pelajaran yang anda sajikan dengan menggunakan lembar observasi keterampilan menjelaskan dan diskusikan hasilnya.
  3. Amatilah beberapa pelajaran yang memuat penjelasan yang diberikan oleh guru pamong dengan menggunakan lembar observasi ketrampilan.

LEMBAR OBSERVASI

KETRAMPILAN BERTANYA DASAR

Nama Calon : ………………….
Hari/Tanggal : ………………….
Bidang studi : ………………….
Sekolah : ………………….
Pokok Bahasa : ………………….
Kelas : ………………….

No

Komponen Ketrampilan

Frekuensi

Komentar

1. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat

 2.Pemberian acuan

 3.Pemusatan

 4.Pemindahan gilir

 5.Penyebaran :

  • ke seluruh siswa
  • respon siswa

  6.Pemberian waktu berfikir

   7.Pemberian tuntutan :

  • pengungkapan pertanyaan dengan cara lain
  • pengungkapan penjelasan sebelumnya

  

Pengamat,

 

 

 

……………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KETRAMPILAN BERTANYA LANJUT

Nama Calon : ………………….
Hari/Tanggal : ………………….
Bidang studi : ………………….
Sekolah : ………………….
Pokok Bahasa : ………………….
Kelas : ………………….
No Komponen Ketrampilan Frekuensi Komentar
1. Pengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan :

  • ingatan
  • pemahaman
  • aplikasi
  • analisis
  • sintesis
  • evaluasi
 
2. Urutan pertanyaan  
3. Pertanyaan pelacak

  • klasifikasi
  • pemberian alasan
  • kesepakatan
  • ketetapan
  • relevansi
  • contoh
  • jawaban kompleks
 
4. Mendorong terjadinya interaksi    

Pengamat,

 

……………..

KETRAMPILAN MENJELASKAN

Nama Calon : ………………….
Hari/Tanggal : ………………….
Bidang studi : ………………….
Sekolah : ………………….
Pokok Bahasa : ………………….
Kelas : ………………….

No

Komponen Ketrampilan

Ya

Tidak

1. Kejelasan :

  • menggunakan kalimat yang berbelit
  • menghindari kata yang berlebihan dan yang meragukan
 
2. Penggunaan contoh :

  • menggunakan contoh-contoh
  • contoh relevan dengan penjelasan
  • contoh sesuai dengan kemampuan anak
 
3. Pengorganisasian :

  • pola/stuktur sajian
  • memberikan ikhisar butir yang penting
 
4. Penekanan pada yang penting :

  • dengan suara
  • dengan cara mengulangi
  • dengan menggambar
  • dengan mimik
 
5. Balikan :Mengajukan pertanyaan    

Pengamat,

 

………….

C. PENUTUP

 

Berdasarkan  penjelasan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa  salah satu tugas pokok guru adalah mengajar. Mengajar merupakan pekerjaan profesional yang memerlukan keahlian khusus yang ditempuh melalui pendidikan dan pengalaman. Disamping memiliki keterampilan mengajar ketrampilan ini juga memerlkan latihan secara spesifik dalam bentuk micro teaching. keterampilan dasar mengajar, salah satu keterampilan yang tidak bisa dianggap mudah adalah ketrampilan menjelaskan dan keterampilan bertanya.

Keterampilan bertanya menurut Tim LP3I (2010:99) adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya melibatkan/menggunakan tanya jawab.

Sedangkan menurut Usman (2005:88-89) keterampilan menjelaskan adalah penyajian secara lisan yang diorganisasi secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, Menurut Tim LP3I tujuan penggunaan penjelasan dalam proses belajar mengajar antara lain :

  1. Untuk membimbing pikiran peserta didik dalam pemaham terhadap konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
  2. Untuk memperkuat struktur kognitif esrta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran
  3. Membantu peserta didik dalam memecahkan masalah

DAFTAR PUSTAKA

Asril,Zainal.2010.Micro Teaching.Jakarta: Rajagrafindo Persada

Tim Laboratorium Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Islam(LP3I) .2010.Keterampilan Dasar Mengajar .Jogyakarta:Ar ruzz media

Usman,Uzer.2005.Menjadi Guru Profesional.Bandung:Remaja Rosdakarya

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: