Keterampilan Mengadakan Variasi

  1. A.    PENDAHULUAN

 

 

Pembelajaran micro dapat diartikan sebagai cara latihan keterampilan keguruan atau praktik mengajar dalam lingkup kecil atau terbatas (Zainal Asril, 2010:43).

Menurut Suwarna,dkk,2005:20 pengajaran miro merupakan wahana untuk melatih dan mempraktikkan ketrampilan mengajar mahasiswa. Pengajaran micro juga merupakan wahana untuk membentuk ketrampilan mengajar karena berbagia kekurangan dan kesulitan yang di hadapi oleh mahasiswa akan terlihat ketika melakukan pelajaran micro.

Menurut Brown dalam Marno dan Idris (2008:68) untuk menghasilkan calon guru yang profisional Sebelum prktik belajar mengajar di sekolah  calon guru perlu di latih mengembangkan ketrampilan dasar mengajar dengan di berikan kesempatan mengembangkan gaya mengajarnya sendiri dan mengurangi atau menghilangkan kesalahan-kesalahan yang paling mencolok.

Dalam konteks yang sebenarnya mengajar mengandung banyak tindakan yang mencangkup ketrampilan-ketrampilan dasar mengajar. Ketrampilan dasar mengajar yang di perlukan sebagai calon guru tersebut mencakup ketrampilan membuka dan menutup pelajaran, ketrampilan menjelaskan, ketrampilan bertanya, ketrampilan memberi penguatan, ketrampilan menggunakan media pmbelajaran ,ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil, ketrampilan mengelola kelas,ketrampilan mengadakan variasi, ketrampilan mengajar perorangan dan kelopok kecil.

 

Mengingat kekomplekan perbutan mengajar, calon guru yang belum bisa mengajar akan mengalami kesulitan untuk secara serempak menerapkan semau komponen dlam perbuatan mengajar tersebut.

 

 

 

Oleh karena itu, dalam langkah penguasaan komponen perbuatan mengajar, calon guru perlu berlatih secara persial artinya setiap komponen perbuatan mengajar itu perlu dikuasai melalui latihan secara terpisah-pisah (isolated)

Salah satu ketrampilan dasar mengajar yang harus di kuasai oleh seorang guru atau pengajar adalah ketrampilan mengadakan variasi.

Seperti yang di kemukakan oleh Waskito dalam LP31 (2010:41) bahwa pengajaran micro adalah satu metode belajar mengajar atas dasar performence yang tekniknya adalah dengan jalan mengisolasikan komponen-komponen proses belajar mengajar, sehingga calon guru dapat menguasai setiap komponen satu-persatu dalam situasi yang disederhanakan atau dipekecilkan.

 

Salah satu komponen belajar mengajar adalah keterampilan-ketarmpila  dasar mengajar termasuk di dalamnya keterampilan mengadakan variasi yang berguna untuk mengatasi kejenuhan atau kebosanan yang dialami siswa dalam kegiatan atau proses pembelajaran dan juga untuk mengatasi kondisi ruangan yang tidak nyaman, performance guru kurang menyejukkan hati peserta didik serta materi yang diajarkan kurang menarik. Dengan memperbaiki gaya mengajar saja belum dapat mengatasi persoalan yang terjadi namun, dengan harapan bervariasinya proses pembelajaran yang diberikan akan membawa cakrawala kecerahan bagi para siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian keterampilan menggunakan variasi.

Dalam buku keterampilan dasar mengajar yang ditulis oleh LP31 (2010: 131). Keterampilan menggunakan variasi merupakan salah satu keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru.

 

Menurut Soetomo(1993: 100) pemberian variasi dalam, interaksi belajar mengajar dapat diartikan sebagai perubahan penjajaran dari yang satu ke orang lain dengan tujuan menghilangkan kebosanan dan kejenuhan siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru, sehingga siswa dapat aktif lagi dan berpartisipasi dalam belajarnya.

 

Sedangkan menurut Hamid Darmadi (2010 : 3) menjelaskan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, pengertian variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan guru yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa selama pelajaran berlangsung.

 

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan menggunakan variasi adalah suatu keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru dengan tujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa dan kejenuhan  siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru serta untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa sehingga siswa dapat aktif dan terpartisipasi dalam belajarnya.

 

 

 

 

 

 

  1. Tujuan Mengadakan Variasi

E. Mulyasa dalam Suwarna, dkk (2006 : 85) mengemukakan beberapa tujuan keterampilan dasar mengajar mengadakan variasi adalah :

a.       Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran.

b.       Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajarar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.

c.       Meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar dengan melibatkan siswa dengan berbagai tingkat kognisi.

 

Menurut Marno dan Idris (2008 : 160) menyebutkan lima  tujuan menggunakan variasi mengajar.

 

  1. Menarik perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan.
  2. Menjaga kelestarian proses pembelajaran baik secara fisik meupun metal.
  3. Membangkitkan motivasi belajar selama proses pembelajaran.
  4. Mengatasi situasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran.
  5. Memberikan kemungkinan layanan pembelajaran individual.

 

  1. Prinsip-prinsip penggunaan variasi.

Penggunaan keterampilan menggunakan variasi, mengajar seyogyanya memenuhi prinsif-prinsif :

a.      Relevan dengan tujuan pembelajaran bahwa variasi mengjar digunakan untuk menunjang tercapainya kompetensi dasar

b.      Kontinyu dan fleksibel artinya variasi digunakan secara terus menerus selama KBM sesuai kondisi.

 

c.      Antusiasme dan hangat yang ditunjukkan oleh guru KBM berlangsung.

d.      Relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik (LP31, 2010: 132)

 

  1. Komponen-komponen ketermpilan mengadakan variasi dalam Suwarno, Dkk (2005: 85). Komponen-komponen keteramnpilan dasar mengajar mengadakan variasi meliputi :

a.      Variasi dalam gaya mengajar

  1. Menggunakan Variasi Suara

Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah dan cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.

 

  1. Pemusatan perhatian siswa

Guru dapat memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting, dapat dengan gaya bahasa menurut kebutuhan anak.

 

  1. Kesenyapan Guru

Adanya kesenyapan, kebisuan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan  disengaja selagi guru menerangkan sesuatu merupakan alat yang baik untuk menarik  perhatian siswa.

 

  1. Mengadakan kontak pandang dan gerak.

Apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan siswanya, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat kemata murid-murid untuk menunjukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka.

 

  1. Gerak badan dan mimik

Variasi dari expresi wajah guru. Gerakan kepala dan gerakan badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. Gunanya untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dan pesan lisan yang di maksudkan.

 

  1. Pergantian posisi guru dalam kelas

Pergantian posisi guru dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa, terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran dalam kelas, gerakan hendaknya bebas. Tidak kaku dan hindarkan tingkah laku negatif (E. Mulyosa, 2004 : Hasi Buan, dkk, 1994 : Raplis, 1985).

 

b.      Variasi Dalam Menggunakan Media Pembelajaran

  1. Variasi media yang dapat dilihat.

Media yang termasuk ke dalam jenis ini ialah gerafik, bagan, poster, gambar. Film, dan slide.

 

  1. Variasi media yang dapat di dengar.

Media yang termasuk ke dalam jenis ini adalah rekaman suara, suara radio, musik, dll.

 

  1. Variasi media yang dapat diraba, dimanipulasi dan digerakkan. Yang termasuk ke dalam jenis ini ialah peragaannya dilakukan oleh guru atau siswa, patung, topeng, dan lain-lain.

 

  1. Variasi media yang dapat di dengar, dilihat dan dapat diraaba.

Media yang temasuk ke dalam jenis ini adalah film tv, cd, proyektor, yang diiringi oleh penjelasan guru.

 

 

c.      Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa

Penggunan variasi pola interaksi ini dimaksudkan untuk meningkatkan interaksi guru-siswa dan siswa-siswa agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan, suasana kelas pun menjadi hidup.

 

  1. Penggunaan  di Kelas

Sebagai rambu-rambu penerapan keterampilan mengadakan variasi tidak semata-mata indiviual dan berganti-ganti. Maksudnya dalam suatu keterampilan mengajar guru dapat memadukan secara serempak beberapa keterampilan sekaligus. Namun, hal itu perlu dilandasi oleh prinsif-prinsif penggunaan secara profesional. Sebagai gambaran dalam suatu penampilan guru dapat memadukan penggunaan mimik gestural dan perubahan posisi sekaligus bakan dapat dipandukan dengan aspek variasi lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Lembar Observasi

 

PANDUAN OBSERVASI

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Nama Praktikan          :

Mata Pelajaran            :

Kelas/ Semester           :

Kompetensi Dasar       :

Tanggal waktu                        :

 

Komponen-komponen Keteramponen

Nilai

Komentar

Variasi dalam gaya mengajar  guru

  1. Suara

Guru memberikan variasi dalam nada suara, volume suara, kecepatan suara.

  1. Mimik dan Gerak

Guru mengadakan perubahan mimik dan gerak (tangan dan badan)

 

  1. Kesenyapan

Guru dengan sengaja memberikan waktu senyap atau hening dalam pembicaraan.

 

  1. Kontak Padang

Guru melayangkan padang dan melakukan kontak pandang dengan siswa .

  1. Perubahan Posisi

Guru bergerak dalam kelas untuk maksud berbeda-beda.

 

  1. Memusatkan

Guru memberikan tekanan pada butir-butir yang penting dari penyajiannya dengan menggunakan bahasa lisan (seperti dengan baik-baik’, perhatikan ini’, dan lain-lain). Dan isyarat yang cocok (seperti mengangkat tangan atau menunjukkan dengan jari).

 

Variasi menggunakan media dan alat bantu pengajaran

  1. Variasi Visual

Guru menggunakan alat bantu yang dapat dilihat (menulis di papan tulis, menujukkan gambar atau benda, dan sebagainya)

 

  1. Variasi Aural

Guru menggunakan berbagai suara langsung atau rekaman dalam pengajarannya.

 

 

 

 

 

  1. Variasi alat bantu yang dapat dipegang dan dimanipulasi.

Guru memberikan atau memanipulasi benda-benda atau alat bantu pengajaran.

Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa.

 

  1. Guru memperkenalkan perubahan dalam pola interaksi antar dia dengan siswa dan juga menganekaragamkan kegiatan belajar siswa yang terlibat.
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C.    PENUTUP

 

Kegiatan mengajar yang dilakukan oleh seorang guru merupakan kegiatan yang kompleks. Karena kekomplekannya itulah sebagai seorang calon guru harus mampu menguasai keterampilan-keterampilan dasar mengajar. Termasuk di dalamnya keterampilan mengadakan variasi merupakan. suatu keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru dengan tujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa dan kejenuhan  siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru serta untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa sehingga siswa dapat aktif dan terpartisipasi dalam belajarnya.

 

Tujuan inti dari pengadaan variasi dalam pembelajaran ialah mengurangi kejenuhan selama proses pemebelajaran, sehingga dapat menjaga kesetabilan proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental.

 

Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pembelajaran antara lain

  1. Relevan dengan tujuan pembelajaran
  2. kontinyu dan fleksibel
  3. Antusiasme dan hangat
  4. relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik.

 

Komponen keterampilan variasi mengajar, meliputi :

  1. Variasi gaya mengajar
  2. variasi media pembelajaran
  3. Variasi interaksi pemebelajaran

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Asril, Zainal.2010. Micro teaching. Jakarta : PT R aja Grafindo

Persada.

 

Darmadi, Hamid.2010. Kemampuan Dasar Pengajar. Bandung : Alfabeta

 

Marno dan Idris.2008.Strategi dan Model Pengajaran. Yogyakarta :

AR-Ruzz Media.

 

Soetomo.1993. Dasar Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha

Nasional.

 

Suwarna, dkk.2005. Pengajaran Mikro, Pendekatan Praktis Dalam Penyiapkan

            Pendidik Profesional. Yogyakarta: Tiara Wacana.

 

Tim LP31.2010. Keterampilan Dasar Mengajar. Malang : Fakultas Tarbiah.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

 

 

 

 

 

 

 

 

KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS DAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL

PEMBAHASAN

 

A. PENDAHULUAN

Sebagai calon seorang guru,hendaknya mahasiswa perlu menyiapkan mental yang kuat sebelum praktik pembelajaran disekolah.Persiapan mental berkenaan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar  baik persiapan, pelaksanaan, evaluasi, maupun tindak lanjut kegiatan belajar mengajar.

Agar calon guru memperoleh kesiapan mental yang memadai serta membentuk pribadi calon guru yang semakin baik, maka perlu dilaksanakan pengajaran mikro secara kontinyu.Oleh karena itu pengajaran mikro harus dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai keadaan kelas yang sesungguhnya.Tanpa dan proses pelatihan yang secara terus menerus tidak akan memperoleh kesiapan mental yang memadai.Karena tanpa kesiapan mental mahasiswa akan menemui kesulitan ketika praktik pembelajaran didepan kelas yang sesunggguhnya.

Didalam pengajaran mikro terdapat beberapa ketrampilan dasar mengajar yang akan membuat calon guru mempunyai persiapan mengajar yang efektif.Dimana seorang calon guru harus dapat mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, dapat mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosioemosional yang positif, serta dsn mempertahankan organisasi kelas yang efektif.Tujuan mengelola kelas itu sendiri adalah agar semua siswa yang ada didalam kelas dapat belajar dengan optimal dan mengatur sarana pembelajaran serta mengendalikan suasana belajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan belajar.

B. MATERI

1. Keterampilan Mengelola Kelas

a. Pengertian Pengelolaan Kelas

Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:82)”pengelolaan kelas adalah keterampilan guru mencipta kan dan memelihara kondisi belajar yang optimal apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.”

Pendapat yang sama dikemukakan oleh Usman (2005:97)”pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi  belajar yang optimal dan mengembalikanya bila terjadi gangguan dalam  proses belajar.

Pendapat lain dikemukakan oleh Darmadi (2010:6) bahwa pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan,mengulang atau meniadakan  tingkah laku yang tidak diinginkan,dengan hubungan-hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangakan dan mempermudah organisasi kelas yang efektif.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelasadalah seperangkat  kegiatan yang diciptakan oleh seorang guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang positif,mengembangkan hubungan interpersonal,iklim sosio emosionalserta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif sehingga kondisi belajar terpelihara dengan baik.

b. Tujuan Keterampilan Mengelola Kelas

menurut Darmadi (2010:6)tujuan mengelola kelas adalah untuk membuat siswa yang ada didalam kelas dapat belajar dengan optimal dan mengatur sarana pembelajaran serta mengendalokan suasana belajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan belajar.

c. Komponen-komponen Keterampilan Mengelola Kelas

Menurut Suwarna (2006:83) ada 2 komponen keterampilan mengelola kelas yaitu:

keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal(bersifat preventif).Keterampilan ini berkaitan dengankemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan pembelajaran sehingga berjalan secara optimal, efisien dan efektif.Keterampilan tersebut meliputi:

a) menunjukan sikap tanggap

b) memberi perhatian

c) memusatkan perhatian kelompok

d) memberikan petunjuk yang jelas

e) menegur siswa yang bertingkah laku mengganggu dikelas dengan

bijaksana

f) memberi penguatan

2. Keterampilan yang berhubungan denganpengembalian kondisi belajar yang optimal.Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan (Mulyasa dalam Suwarana 2006:84)

d. Prinsip-prinsip Penggunaan Keterampilan Mengelola Kelas

Menurut Hasibuan dalam  Suwarna (2006:84) ada beberapa prinsip-prinsip penggunaan keterampilan mengelola kelas yaitu:

1)      Modifikasi tingakah laku

Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah,dan memodifikasi tungkah laku tersebut mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis

2)      Guru dapat mengguanakan pendekatan pemecahan masalah kelompok

dengan cara memperlancar tugas-tugas,memelihara kegiatan kelompok,memelihara semangat siswa dan menangani konflik yang timbul

3)      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku yang keliru yang muncul dan mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidakpatutan tingkah laku tersebut,serta berusaha menemukan pemecahannya

e. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas

Menurut Darmadi(2010:6-7) ada beberapa peran guru dalam pengelollaan kelas yaitu

1)      Peranan guru dalam pengelolaan kelas adalah

a)    Memelihara lingkungan fisik kelas

b)   Mengarahkan atau membimbing proses intelektual dan social siswa dalam kelas

c)    Mampu memimpin kegiatan pembelajaran yang efektif dan efesien

2)      Dalam mengelola kelas sering ditemui kendala –kendala  yang  dapat menghambat  terjadinya proses pembelajaran yang efesien dan efektif

3)      Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif  selain menerapkan prinsip-prinsip pengelola juga kiat-kiat untk mengatasi kendala tersebut yaitu:

a)         Guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa

b)         Guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat

menimbulkan kesenyapan  atau pembicaraan terhenti tiba-tiba

c)         Hindari ketidaktepatan menandai dan mengakhiri  suatu kegiatan

atau guru harus tepat waktu

d)        Guru harus dapat mengelola waktu, baru hal ini dapat

menimbulkan penyimpangan yang berkaitan dengan disiplin diri

siswa.

e)         Berilah penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak

bertele-tele.

2. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil.

  1. Pengertian diskusi kelompok

Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:79) “diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah.

Pendapat yang lain dikemukakan oleh Usman (2005:94) “diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman dan informasi, pengambilan kesimpulan/pemecahan masalah.

Dari kedua pendapat dapat disimpulka bahwa diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang teratur, yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka secara informal untuk berbagi informasi dan pengalaman serta mengambil kesimpula / pemecahan masalah.

Tujuan membimbing diskusi kelompok kecil menurut Mulyasa dalam

Suwarna (2006:80)”keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil bertujua sebagai berikut:

1)      Siswa dapat saling member informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka.

2)      Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan komunikasi.

3)      Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan

Komponen keterampilan membimbing diskusi

Usman (2005:94-95) mengemukakan ada beberapa komponen keterampilan membimbing diskusi yaitu sebagai berikut:

1)     Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi

Cara-cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Rumuskan tujuan dan topic yang akan dibahas pada awal diskusi
  2. Kemukakan masalah-m asalah khusus
  3. Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
  4. Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi

2)   Memperluas masalah atau urunan pendapat

Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyampaian ide yang kurang jelas, sehingga terjadi kesalahpahaman antar anggota kelompok. Dalam hal ini tugas guru dalam memimpin diskusi untuk memperjelaskannya, yakni dengan cara:

  1. Menguraikan kembali urunan tersebut hingga jelas
  2. Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut
  3. Menguraikan gagasan siswa dengan member informasi tambahan.

3)   Menganalisis pandangan siswa

Didalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat. Dalam hal ini guru hendaklah menganalisis alas an perbedaan tersebut yaitundengan cara sebagai berikut:

  1. Meneliti apakah alas an tersebut memang memounyai dasar yang kuat.
  2. Memperjelas hal-hal yang disepakati dan tidak disepakati.

4)   Meningkatkan urunan siswa

Beberapa cara untuk meningkatkan urunan piker siswa adalah:

  1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menentang siswa untuk berpikir.
  2. Memberikan contoh-contoh verbal dan nonverbal yang sesuai dan tepat.
  3. Memberikan waktu untuk berpikir.
  4. Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.

5)   Menyebarkan kesempatan berpartisipasi

Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi
  2. Menegah terjadinya pembicaraan serentak dengan member giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
  3. Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan
  4. Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi antarsiswa dapat ditingkatkan

6)   Menutup Diskusi

Hal yang dapat dilakukan seorang guru dalam menutup diskusi adalah sebagai berikut:

  1. Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa
  2. Member gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi atau tentang topic diskusi yang akan dating
  3. Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai

7)   Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membimbing diskusi

  1. Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
  2. Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
  3. Membiarkan terjadinya penyimpangan dari tujuan diskusi dengan pembicaraan yang tidak relevan
  4. Membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi
  5. Tidak memperjelas atau mendukung urunan piker siswa
  6. Gagal mengakhiri diskusi secara efektif

d. Prinsip penggunaan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

Hasibuan dalam Suwarna (2006:81-82) mengemukakan ada dua prinsip

yang digunakan  dalam membimbing diskusi kelompok kecil yaitu sebagai

berikut:

> Diskusi hendaknya berlangsung dalam “iklim terbuka”

Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topic diskusi dan kesediaan menghargai pendapat orang lain.

Dengan demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk dikenal dan dihargai dapat merasa merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.

> Perlu perencanaan dan persiapan yang matang

Perencanaan dan persiapan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Topic yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa
  2. Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal
  3. Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topic tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pebgetahuan yang sama
  4. Guru harus benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai motivator sehingga mampu memberikan penjelasan dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa.

3. lembar observasi

a. lembar observasi ketrampilan diskusi kelompok kecil

Nama calon                 :                                   Hari/Tanggal   :

Bidang Studi               :                                   Sekolah           :

Pokok Bahasan           :                                   Kelas               :

No

Komponen Keterampilan

Komentar

1.

Memusatkan Perhatian

  • Merumuskan tujuan
  • Merumuskan masalah
  • Membuat rangkuman

2.

Memperjelas masalah dan urunan pendapat

  • Menggali
  • Merangkum
  • Mengurai secara rinci

3.

Menganalisis Pandangan Siswa

  • Menandai Persetujuan
  • Meneliti Alasannya

4.

Meningkatkan Urusan Siswa

  • Menimbulkan Pertanyaan
  • Menggunakan Contoh
  • Menunggu
  • Memberi Dukungan

5.

Menyebarkan Kesempatan Berpartisipasi

  • Meneliti Pandangan
  • Menghentikan Monopoli

6.

Menutup Diskusi

  • Merangkum
  • Menilai

Pengamat

( Asril, 2010 : 149)

b. Keterampilan Mengelola Kelas Komponen Prakarsa Guru

Nama Calon/Guru :                                                              Hari/Tanggal      :

Bidang Studi         :                                                              Sekolah              :

Pokok Bahasan     :                                                              Kelas                  :

No

Komponen Keterampilan

Penggunaan

Komentar

1.

Bersikap Tanggap

  • Memandang Secara Seksama
  • Gerakan Mendekati
  • Teguran

2.

Membagi Perhatian

  • Secara Visual
  • Secara Verbal
  • Visual-Verbal

3.

Memusatkan Perhatian Kelompok

  • Menyiapkan
  • Mengarahkan Perhatian
  • Menyusun Komentar

4.

Menurut Tanggung Jawab Siswa

  • Menyuruh Siswa Lain
  • Mengawasi Rekannya
  • Menyruh Siswa Menunjukkan Pekerjaannya

5.

Petunjuk Yang Jelas

  • Kepada Seluruh Kelas
  • Kepada Individu

Pengamat

( Asril, 2010 : 149)

PENUTUP

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa seorang calon guru itu harus mempunyai kesiapan mental yang kuat sebelum terjun ke lapangan atau sebelum praktek pembelajaran di sekolah. Karena tanpa kesiapan mental seorang calon guru akan mengalami kesulitan ketika praktek mengajar di kelas. Oleh karena itu, calon guru ini harus diberi pelatihan secara berkelanjutan yaitu dengan cara pengajaran mikro. Di dalam pengajaran mikro ini calon guru di bombing agar memahami tata cara mengajar, sehingga calon guru ini mempunyai kesiapan mental yang memadai.

Jadi, ketika pelaksanaan praktek mengajar berlangsung, calon guru tersebut tidak akan mengalami kesulitan dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan dengan lancar.

Selain itu, di dalam pengajaran mikro terdapat ketrampilan dasar mengajar yaitu bagaimana cara mengelola kelas dan membimbing sebuah diskusi. Karena dengan mengetahui cara mengelola kelas dan membimbing sebuah diskusi dengan baik. Maka proses belajar mengajar akan berlangsung secara efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Asril,Zainal.2010.Micro Teaching.Jakarta:PT Raja Grafindo

Darmadi,Hamid.2010.Kemampuan  Dasar Mengajar.Bandung:Alfabeta

S uwarna.2006.Pengajaran Mikro.Yogyakarta:Tiara Wacana

Usman,Uzer.2005.Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT Remaja Rosdakarya

KETERAMPILAN MENGELOLAH KELAS: semangat unutk belajar

 

1. Pengertian Pengelolaan Kelas

Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:82)”pengelolaan kelas adalah keterampilan guru mencipta kan dan memelihara kondisi belajar yang optimal apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.”

Pendapat yang sama dikemukakan oleh Usman (2005:97)”pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi  belajar yang optimal dan mengembalikanya bila terjadi gangguan dalam  proses belajar.

Pendapat lain dikemukakan oleh Darmadi (2010:6) bahwa pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan,mengulang atau meniadakan  tingkah laku yang tidak diinginkan,dengan hubungan-hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangakan dan mempermudah organisasi kelas yang efektif.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelasadalah seperangkat  kegiatan yang diciptakan oleh seorang guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang positif,mengembangkan hubungan interpersonal,iklim sosio emosionalserta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif sehingga kondisi belajar terpelihara dengan baik.

2. Tujuan Keterampilan Mengelola Kelas

menurut Darmadi (2010:6)tujuan mengelola kelas adalah untuk membuat siswa yang ada didalam kelas dapat belajar dengan optimal dan mengatur sarana pembelajaran serta mengendalokan suasana belajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan belajar.

3. Komponen-komponen Keterampilan Mengelola Kelas

Menurut Suwarna (2006:83) ada 2 komponen keterampilan mengelola kelas yaitu:

  • keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi     belajar yang optimal(bersifat preventif).Keterampilan ini berkaitan  dengankemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan   kegiatan pembelajaran sehingga berjalan secara optimal, efisien dan efektif.Keterampilan tersebut meliputi:

a) menunjukan sikap tanggap

b) memberi perhatian

c) memusatkan perhatian kelompok

d) memberikan petunjuk yang jelas

e) menegur siswa yang bertingkah laku mengganggu dikelas dengan

    bijaksana

f) memberi penguatan

  • Keterampilan yang berhubungan denganpengembalian kondisi belajar yang optimal.Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan (Mulyasa dalam Suwarana 2006:84)

4. Prinsip-prinsip Penggunaan Keterampilan Mengelola Kelas

Menurut Hasibuan dalam  Suwarna (2006:84) ada beberapa prinsip-prinsip penggunaan keterampilan mengelola kelas yaitu:

1) Modifikasi tingakah laku

Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah,dan memodifikasi tungkah laku tersebut mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis

2) Guru dapat mengguanakan pendekatan pemecahan masalah kelompok

dengan cara memperlancar tugas-tugas,memelihara kegiatan kelompok,memelihara semangat siswa dan menangani konflik yang timbul

3) Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku yang keliru yang muncul dan mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidakpatutan tingkah laku tersebut,serta berusaha menemukan pemecahannya

5. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas

Menurut Darmadi(2010:6-7) ada beberapa peran guru dalam pengelollaan kelas yaitu

1) Peranan guru dalam pengelolaan kelas adalah

a)   Memelihara lingkungan fisik kelas

b)   Mengarahkan atau membimbing proses intelektual dan social siswa dalam              kelas

c)   Mampu memimpin kegiatan pembelajaran yang efektif dan efesien

2)  Dalam mengelola kelas sering ditemui kendala –kendala  yang  dapat menghambat  terjadinya proses pembelajaran yang efesien dan efektif

3)  Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif  selain menerapkan prinsip-prinsip pengelola juga kiat-kiat untk mengatasi kendala tersebut yaitu:

a)  Guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa

b) Guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat menimbulkan                         kesenyapan  atau pembicaraan terhenti tiba-tiba

c)  Hindari ketidaktepatan menandai dan mengakhiri  suatu kegiatan atau guru             harus tepat waktu

d) Guru harus dapat mengelola waktu, baru hal ini dapat menimbulkan                             penyimpangan yang berkaitan dengan disiplin diri siswa.

e)  Berilah penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak bertele-tele.

 

2. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil.

a. Pengertian diskusi kelompok

Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:79) “diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah.

Pendapat yang lain dikemukakan oleh Usman (2005:94) “diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman dan informasi, pengambilan kesimpulan/pemecahan masalah.

Dari kedua pendapat dapat disimpulka bahwa diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang teratur, yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka secara informal untuk berbagi informasi dan pengalaman serta mengambil kesimpula / pemecahan masalah.

a) Tujuan membimbing diskusi kelompok kecil menurut Mulyasa dalam Suwarna      (2006:80)”keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil bertujuzn                   sebagai berikut:

1)  Siswa dapat saling member informasi atau pengalaman dalam menjelajahi               gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka.

2) Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk                               berpikir dan komunikasi.

3) Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan

b. Komponen keterampilan membimbing diskusi

Usman (2005:94-95) mengemukakan ada beberapa komponen keterampilan membimbing diskusi yaitu sebagai berikut:

1)   Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi cara-cara                yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

  • Rumuskan tujuan dan topic yang akan dibahas pada awal diskusi
  • Kemukakan masalah-m asalah khusus
  • Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
  • Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi

2)   Memperluas masalah atau urunan pendapat

       Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyampaian ide yang kurang jelas, sehingga terjadi kesalahpahaman antar anggota kelompok. Dalam hal ini tugas guru dalam memimpin diskusi untuk memperjelaskannya, yakni dengan cara:

  • Menguraikan kembali urunan tersebut hingga jelas
  • Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut
  • Menguraikan gagasan siswa dengan member informasi tambahan.

3)   Menganalisis pandangan siswa

       Didalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat. Dalam hal ini guru hendaklah menganalisis alas an perbedaan tersebut yaitundengan cara sebagai berikut:

  • Meneliti apakah alas an tersebut memang memounyai dasar yang kuat.
  • Memperjelas hal-hal yang disepakati dan tidak disepakati.

4)   Meningkatkan urunan siswa

       Beberapa cara untuk meningkatkan urunan piker siswa adalah:

  • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menentang siswa untuk berpikir.
  • Memberikan contoh-contoh verbal dan nonverbal yang sesuai dan tepat.
  • Memberikan waktu untuk berpikir.
  • Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.

5)   Menyebarkan kesempatan berpartisipasi

       Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara:

  • Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi
  • Menegah terjadinya pembicaraan serentak dengan member giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
  • Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan
  • Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi antarsiswa dapat ditingkatkan

6)   Menutup Diskusi

       Hal yang dapat dilakukan seorang guru dalam menutup diskusi adalah sebagai berikut:

  • Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa
  • Member gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi atau tentang topic diskusi yang akan dating
  • Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai

7)   Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membimbing diskusi

  • Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
  • Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
  • Membiarkan terjadinya penyimpangan dari tujuan diskusi dengan pembicaraan yang tidak relevan
  • Membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi
  • Tidak memperjelas atau mendukung urunan piker siswa
  • Gagal mengakhiri diskusi secara efektif

d. Prinsip penggunaan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

Hasibuan dalam Suwarna (2006:81-82) mengemukakan ada dua prinsip

yang digunakan  dalam membimbing diskusi kelompok kecil yaitu sebagai

berikut

1) Diskusi hendaknya berlangsung dalam “iklim terbuka”

Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan                    hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topic          diskusi dan kesediaan menghargai pendapat orang lain.

Dengan demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk                  dikenal dan dihargai dapat merasa merasa aman dan bebas mengemukakan            pendapat.

2) Perlu perencanaan dan persiapan yang matang

Perencanaan dan persiapan tersebut adalah sebagai berikut:

Topic yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa

  • Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal
  • Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topic tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pebgetahuan yang sama
  • Guru harus benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai motivator sehingga mampu memberikan penjelasan dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa.

    DAFTAR PUSTAKA

    Asril,Zainal.2010.Micro Teaching.Jakarta:PT Raja Grafindo

    Darmadi,Hamid.2010.Kemampuan  Dasar Mengajar.Bandung:Alfabeta

    S uwarna.2006.Pengajaran Mikro.Yogyakarta:Tiara Wacana

    Usman,Uzer.2005.Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT Remaja                            Rosdakarya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.