KETERAMPILAM PENGUTAN: semangat untuk belajar

1. Pengertian Penguatan

Pada umumnya penghargaan memberi pengaruh positif terhadap kehidupan manusia, karena dapat mendorong dan memperbaiki tingkah laku seseorang serta meningkatkan usahanya. Untuk kegiatan proses pembelajaran, penghargaan mempunyai arti tersendiri. Semua penghargaan ini tidak berwujud materi, melainkan dalam bentuk kata-kata, senyuman, anggukan, dan sentuhan. Pada dasarnya anatara keterampilan memberi penguatan memiki fungsi yang penting dalam proses pembelajaran.

Pada  dasarnya hakikat penguatan adalah respons terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya perilaku itu. Asril (2010: 77-78) menyatakan bahwa  “penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku positif yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut”. Sedangkan, Usman (2005: 80) mengemukakan bahwa “penguatan adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi.”

   Perilaku-perilaku positif yang dimaksud dari beberapa pengertian tersebut adalah tingkah laku yang dilakukan oleh siswa pada saat mengadakan proses pembelajaran dengan menerima atau menagkap umpan balik yang diberikan oleh guru. Sehingga dengan adanya penguatan siswa akan merasa diberi penghargaan yang mendorong siswa memperbaiki tingkah laku serta meningkatkan usahanya menjadi lebih baik dalam proses pembelajaran.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penguatan adalah respons yang dilakukan guru terhadap suatu tingkah laku positif siswa yang dicapai dalam proses belajarnya, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan perilaku tersebut.

2. Tujuan Memberi Penguatan

Pemberian penguatan apabila dilakukan dengan cara dan prinsip yang tepat dan mengefektifkan pencapaian tujuan penggunaannya. Adapun tujuan penggunaan penguatan adalah:

  • Meningkatkan perhatian siswa dalam proses belaja
  • Membangkitkan,memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswa
  • Mengarahkan pengembangan berfikir divergent
  • Mengatur dan mengembangkan diri anak sendiri dalam proses belajar
  • Mengendalikan serta memodofikasi tingkah laku siswa yang kurang positif , serta mendorong munculnya tingkah laku yang produktif.

Pemberian penguatan tidak hanya untuk memberikan motivasi tapi juga memberikan tujuan lain.Paling tidak ada empat tujuan dalam hal penguatan pembelajaran yaitu:

a. Penguatan dapat meningkatkan perhatian peserta didik  pada     mata kuliah yang diajarkan

b. Penguatan dapat meningkatkan motivasi belajar yaitu dalam       konteks pembelajaran tentu peserta didik akan termotivasi untuk meningkatkan diri dalam menambah wawasan dan   lebih aktif dikelas jika pendapat yang dikemukakan dihargai.

c.  Tujuan pemberian penguatan adalah untuk memudahkan  peserta didik belajar sebab dengan memberikan penguatan diharapkan peserta didik lebih mudah dalam belajar karena  ketika mereka dihargai akan muncul perasaan senang yang  lebih mendorongnya untuk belajar hal-hal baru

d . Penguatan bertujuan untuk mengurangi tingkah laku yang negatif serta membina tingkah laku positif.

Tujuan pemberian penguatan menurut Usman, (2005:81) penguatan mempunyai pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan sebagai berikut:

a. Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran

b. Merangsang dan meningkatkan motivasi belaja

c. Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif

 

3. Prinsip Pemberian Penguatan

    Dalam prinsip penggunaan penguatan ada tiga hal yang harus       diperhatikan yaitu:

a. Kehangatan dan keantusiasan

Sikap dan gaya guru, termasuk suara, mimik dan gerak badan akan menunjukan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan    demikian tidak terjadi kesan bahwa guru tudak ikhlas dalam memberikan penguatan karena tidak disertai kehangatan dan keantusiasan.

b. Kebermaknaan

Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti dan yakinbahw a ia patut diberi penguatan.Dengan demikian penguatan itu bermakna baginya.yang jelas jangan terjadi sebaliknya.

c.  Menghindari penguatan respon yang negative

Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respon negatif yang diberikan guru berupa komentar, bercanda menghina,ejekan yang kasar perlu dihindari karena akan mematahkan semangat siswa untuk mengembangkan dirinyaMisalnya, jika seaorang siswa tidak memberikan jawaban yang diharapkan, guru jangan l;angsung menyalahkannya, tetapi bisa melontarkan pertanyaan kepada siswa lain. Usman (2005:82).

 

4. Jenis-Jenis memberikan penguatan 

Beberapa jenis keterampilan yang perlu dipahami dan dikuasai oleh calon guru atau guru, agar ia dapat memberikan penguatan secara bijaksan dan sistematis. Dalam hal ini Murni, dkk (2010: 122-125) mengemukan jenis-jenis memberi penguatan antara lain:

a. Penguatan verbal

Komentar guru berupa kata-kata pujian, dukungan, pengakuan dapat digunakan untuk penguatan tingkah laku dan kinerja siswa. Penguatan verbal dapat dinyatakan dalam dua bentuk, yakni:

a).  Kata-kata, seperti: bagus, ya, tepat, betul, bagus sekali, dan       sebagainya.

b). Kalimat, seperti: pekerjaanmu bagus sekali; caramu  memberi penjelasan baik sekali; dan sebagainya.

b. Penguatan berupa mimik muka dan gerakan badan

Penguatan berupa gerakan badan dan mimik muka anatara   lain seperti: senyuman, anggukan kepala, acungan ibu jari, tepuk tangan dan sebagainya . Sebagai contoh, ketika guru memberi penguatan verbal “Pekerjaanmu baik sekali” , pada saat itu guru menganggukan kepalanya.

c. Penguatan dengan cara mendekati anak

Siswa atau sekelompok siswa didekati guru pada saat mengerjakan soal dapat terkesan diperhatikan. Keadaan ini dapat menghangatkan suasana belajar anak, yang gilirannya dapat meningkatkan motivasi. Kesan akrab juga dapat timbul dengan cara ini, akibatnya anak tidak dibebani tugas. Beberapa perilaku yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan penguatan ini antara lain: berdiri disamping siswa, berjalan menuju siswa, duduk dekat dengan seorang siswa atau kelompok siswa, berjalan disisi siswa dan sebagainya. 

d. Penguatan dengan sentuhan

Teknik penggunaannya perlu mempertimbangkan latar belakang anak, umur, jenis kelamin, serta latar belakang kebudayaan setempat. Dalam memberi penguatan ini, beberapa perilaku yang dapat dilakukan guru antara lain: menepuk pundak atau bahu siswa, menjabat tangan siswa, mengelus rambut siswa, atau mengangkat tangan siswa yang menag dalam pertandingan.

e. Penguatan dengan kegiatan yang menyenagkan

Bentuk kegiatan belajar yang disenangi anak dapat mempertinggi intensitas belajarnya, sehingga apabila bentuk kegiatan belajar yang harus dilaksanakan tersebut disukai, akibatnya anak tidak ada gairah untuk belajar.

Untuk menguatkan gairah belajar, guru dapat memilih kegiatan-kegiatan belajar yang disukai anak. Oleh karena tiap-tiap anak memiliki kesukaran masing-masing, maka guru perlu menyiapkan berbagai alternatif pilihan yang sesuai dengan kesukaan masing-masing. Dapat  juga penguatan ini diberikan sebagai akibat dari prestasi baik yang ditunjukkan anak. Misalnya anak yang berprestasi dalam hasil belajarnya, ditunjuk sebagai pimpinan kelompok belajar.

f. Penguatan berupa simbol atau benda

Penguatan yang berupa simbol atau benda ini dapat berupa piagam penghargaan, benda-benda yang berupa alat-alat tulis dan buku, dapat pula komentar tertulis pada buku anak. Perlu diperhatikan khususnya penggunaan penguatan yang berupa benda: hal ini hendaknya tidak mengarah pada benda tersebut sebagai tujuan belajar anak. Oleh karena itu perlu dibatasi penggunaannya.

5. Cara Menggunakan Keterampilan Penguatan

 Ada empat cara dalam menggunakan penguatan yaitu:

a. Penguatan kepada pribadi tertentu

Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan sebab bila tidak, akan kurang efektif.Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.

b. Penguatan kepada kelompok

Penguatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa misalnya apabila satu tugas telah diselesaikan dengan baik oleh satu kelas, guru membolehkan kelas itu bermain bola voli sesuai kegemarannya.

c. Pemberian Penguatan dengan segera

Penguatan seharusnya diberikan dengan segera setelah muncul tingkah laku atau respon siswa yang diharapkan.Penguatan yang ditunda pemberiannya, cenderung kurang efektif.

d. Variasi dalam penggunaan

Jenis atau macam penguatan yang digunakan hendaknya bervariasi,tidak terbatas pada satu jenis saja karena hal ini akan menimbulkan kebosanan dan lama-kelamaan akan kurang efektif.

 

                                                DAFTAR PUSTAKA

 Asril, Zainal. 2010. Micro Teaching. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar Landasan Konsep dan                 Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Murni, Wahid, dkk. 2010. Keterampilan Dasar Mengajar. Jogjakarta: Ar-Ruzz              Media.

Usman, User. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT  Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: