KETERAMPILAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN

PEMBAHASAN

A. PENDAHULUAN

Setiap Lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dituntut memiliki kemampuan dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik atau guru. Sebagian orang mengatakan bahwa setiap lulusan perguruan tinggi pasti dapat mengajar. Tetapi pada kenyataannya tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat mengajar dengan baik. Oleh karena itu sebelum praktik pembelajaran di sekolah atau lembaga, mental mahasiswa perlu disiapkan. Persiapan mental ini berkenaan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar- mengajar, baik persiapan, pelaksanaan, evaluasi maupun tindak lanjut kegiatan belajar mengajar agar persiapan pembentukan pribadi calon Guru tersebut semakin mantap maka diberlakukannya pengajaran mikro yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai keadaan kels yang sesungguhnya, sehingga mahasiswa mempunyai kesiapan yang memadai dan tidak akan menemui kesulitan ketika praktik pembelajaran di kelas yang sesungguhnya.

Pengajaran mikro merupakan wahana untuk melatih dan mempraktekkan keterampilan mengajar mahasiswa sehingga berbagai kekurangan dan kesulitan yang dihadapi mahasiswa akan terlihat ketika melakukan Pengajaran Mikro. Dan mahasiswa dapat memperbaiki baik melalui kritikan dari teman mahasiswa maupun dari Pembibing Mikro. Untuk menjadi guru yang baik mahasiswa harus memiliki beberapa keterampilan mengajar diantaranya adalah keterampilan dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus mampu menggunakan media sebagai sarana untuk menyampaikan bahan ajarnya. Oleh karena itu kami disini akan membahas tentang keterampilan menggunakan media pembelajaran karena media pembelajaran merupakan sarana penting yang harus ada dalam proses pembelajaran, agar kegiatan di dalam kelas dapat terlaksana dengan baik dan proses pembelajaran dapat tepat sasaran dengan tujuan yang ada dalam pedoman seorang guru seperti Silabus dan RPP.

B. MATERI

1. Peran Media Dalam Komunikasi Dan Pembelajaran

Media adalah kata jamak dari medium, yang artinya perantara. Dalam proses komunikasi media merupakan satu dari empat komponen yang harus ada. Komponen yang lain, yaitu; sumber informasi, informasi,dan penerima informasi.

2. Media Dalam Pembelajaran

Menurut Schramm (1977), Media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Briggs (1977) mendefinisikan media pembelajaran sebagai sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran. Sedang menurut Arief S. Sadiman (1986), media pembelajaran adalah segala sesuatau yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa, dan dengan demikian terjadilah proses belajar.

3. Manfaat Media Pembelajaran

Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985) yaitu:

a. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan

b. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik

c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

d. Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi

e. Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan

f. Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja

g. Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan

h. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif.

 

4. Klasifikasi Media Pembelajan

a. Taksonomi Media Pembelajaran

Proses belajar –mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar –mengajar, pesan tersebut berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/ guru, sedangkan saluran atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media pembelajaran dalam proses belajar- mengajar adalah untuk:

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera

3) Menghilangkan sikap pasif pada subyek belajar

4) Membangkitkan motivasi pada subjek belajar.

b. Taksonomi Menurut Rudy Bretz Bretz (1972) mengidentifikasikan ciri utama media menjadi tiga unsur, yaitu: suara, visual, dan gerak. Media visual sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis, dan symbol. Bretz juga membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording). Jika dirangkum maka diperoleh delapan klasifikasi media, yaitu: media audio visual gerak, media audio visual diam, media visual gerak, media visual diam, media semi gerak, media audio, dan media cetak.

c. Hirarki Media Menurut Duncan Duncan menyusun taksonomi media menurut hierarki pemanfaatannya untuk pendidikan. Dalam hal ini hierarki disusun menurut tingkat kerumitan perangkat media. Semakin tinggi satuan biaya, semakin umum sifat penggunaannya. Namun sebaliknya, semakin mudah dan luwes penggunaannya, maka semakin luas lingkup sasarannya.

d. Taksonomi Media Menurut Briggs Taksonomi media oleh Briggs lebih mengarah kepada karakteristik siswa, tugas instruksional, bahan dan transmisinya.

e. Taksonomi Media Menurut Gagne Gagne membagi media menjadi tujuh macam pengelompokan media yang dikaitkan dengan kemampuan memenuhi fungsi menurut tingkat hierarki belajar yang dikembangkan. Pengelompokan tersebut meliputi benda untuk didemonstrasikan,komunikasi lisan, media cetak,gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar. Ketujuh kelompok media tersebut kemudian dikaitkan dengan kemampuannya untuk memenuhi fungsi menurut tingkat hierarki belajar yang dikembangkan, yaitu pelontar stimulus belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berfikir, memasuk-alihkan ilmu,menilai prestasi, dan memberi umpan balik.

f. Taksonomi media Menurut Edling Menurut Edling, media merupakan bagian dari unsur-unsur rangsangan belajar. Unsur-unsur tersebut yaitu dua unsur untuk pengalaman visual yang meliputi kondifikasi subjek audio dan kondifikasi objek visual,dua unsur pengalaman belajar tiga dimensi yang meliputi pengalaman langsung dengan orang, dan pengalaman langsung dengan benda-benda.

 

5. Jenis Dan Karakteristik Media Pembelajaran Sesuai dengan

klasifikasinya, maka setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Karakteristik tersebut dapat dilihat menurut kemampuan media pembelajaran untuk membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, maupun pembauan/penciuman. Dalam rangka memilih suatu media pembelajaran yang akan digunakan oleh seorang guru pada saat melakukan proses belajar-mengajar, karakteristik tersebut dapat disesuaikan dengan suatu situasi tertentu. Berdasarkan tujuan praktis yang akan dicapai, media pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:

a. Media Grafis

Media grafis adalah suatu jenis media yang menuangkan pesan dalam bentuk simbol-simbol komunikasi verbal.

b. Media Audio

media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disapaikan melalui media audio dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun 4 non verbal.beberapa media yang dapat dimasukkan ke dalam kelompok media audio antara lain radio dan alat perekam pita magnetic,alat perekam pita suara.

c. Media Projeksi

Media projeksi diam memiliki persamaan dengan media grafis, dalam arti dapat menyajikan rangsangan-rangsangan visual.

6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Media Pembelajaran

Dalam menentukan media pembelajaran yang akan dipakai dalam proses belajar-mengajar, mula-mula seorang guru harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada, serta memahami kemampuan dan karakteristik media yang akan dipilihnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan media adalah:

a. tujuan instruksional yang ingin dicapai

b. karakteristik siswa

c. jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio atau visual),keadaan latar atau lingkungan, dan gerak atau diam d. ketersediaan sumber setempat

e. apakah media siap pakai ataukah media rancang

f. kepraktisan dan ketahanan media g. efektivitas biaya dalam jangka panjang

 

7. Media Pembelajaran Dua Dimensi Non Projeksi Media dua dimensi non

projeksi adalah media yang mempunyai dimensi panjang dan lebar saja, yang penggunaannya tidak memerlukan bantuan perangkat projeksi. Macam-macam media dua dimensi non projeksi yaitu : papan tulis, papan putih magnetis, papan putih elektronik, papan flannel,alat lebar gantungan(ALG),alat lebar sampiran (ALS),poster,handout,dan visualisasi data.

8. Strategi Pemanfaatan

Supaya media dapat digunakan secara efektif dan efisien ada tiga langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media yaitu:

1. Persiapan Sebelum Menggunakan Media

Supaya penggunaan media dapat berjalan dengan baik, kita perlu membuat persiapan yang baik pula.pertama-tama pelajari buku petunjuk yang telah disediakan.kemudian kita ikuti petunjuk-petunjuk itu. Apabila pada petunjuk kita disarankan untuk membaca buku atau bahan belajar lainyang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,seyogyanya hal tersebut dilakukan. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam belajar dengan media itu.peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, pada saat menggunakannya nanti, kita tidak akan diganggu dengan hal-hal yang mengurangi kelancaran penggunaan media itu.jika media itu digunakan secara berkelompok,sebaiknya tujuan yang akan dicapai dibicarakan terlebih dahulu dengan semua anggota kelompok. Hal ini penting supaya perhatian dan pikiran terarah ke hal yang sama.

2. Kegiatan Selama Menggunakan Media

Yang perlu dijaga selama kita menggunakan media adalah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat menggangu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan. Kalau mungkin, ruangan jangan digelapkan sama sekali. Hal itu supaya kita masih dapat menulis jika menjumpai hal-hal penting yang perlu diingat. Kita pun dapat menulis pertanyaan jika ada bagian yang tidak jelas atu sulit dipahami.

3. Kegiatan Tindak Lanjut

Kegiatan tindak lanjut ialah untuk menjajagi apakah tujuan telah tercapai. Selain itu, untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan. Untuk itu soal tes yang disediakan perlu kita kerjakan dengan segera sebelum kita lupa isi program media itu.

9. Pola Pemanfaatan Media Pembelajaran

Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran. Berikut ini pola-pola pemanfaatan media pembelajaran yang dapat dilakukan. 1) Pemanfaatan media dalam situasi kelas (classroom setting) Dalam tatanan (setting) ini, media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu. Pemanfaatannya pun dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. 2) Pemanfaatan Media di Luar Situasi Kelas Pemanfaatan media pembelajaran diluar situasi dapat dibedakan dalam dua kelompok utama: 1) Pemanfaatan Secara Bebas Pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Pembuat program media mendistribusikan program media itu dimasyarakat pemakai media, baik dengan cara diperjual belikan maupun didistribusikan secara bebas. Hal itu dilakukan dengan harapan media itu akan digunakan orang dan cukup efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut ini contoh jenis pemanfaatan media antara lain: 1. Pemakaian kaset pelajaran bahasa inggris 2. Pemanfaatan program siaran radio pendidikan 2) Pemanfaatan Media Secara Terkontrol Pemanfaatan media secara terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Apabila media itu berupa media pembelajaran, sasarn didik (audience) diorganisasikan dengan baik. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan media itu secara teratur, berkesinambungan, dan mengikuti tujuh pola belajar-mengajar tertentu. Berikut ini contoh pemanfaatan program media secara terkontrol. 1. Pemanfaatan siaran radio pendidikan untuk penataran guru 2. Pemanfaatan media unntuk mencapai ijazah persamaan SMA di AS 7 3) Pemanfaatan Media Secara Perorangan, Kelompok atau Massal 1. Media dapat digunakan secara perorangan. Artinya, media itu digunakan oleh orang saja. Banyak media yang memang dirancang untuk digunakan secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan yang jelas sehingga orang dapat menggunakannnya dengan mandiri. 2. Media dapat digunakan secara berkelompok. Kelompok itu dapat berupa kelompok kecil atau berupa kelompok besar. Media yang dirancang untuk digunakan secara berkelompok juga memerlukan buku petunjuk. Buku petunjuk ini biasanya ditujukan kepada pimpinan kelompok, tutor atau guru. Keuntungan belajar menggunakan media secara berkelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan yang sedang dipelajari. Diskusi dapat dilakukan, baik sebelum, maupun sesudah mereka menggunakan media itu. Media yang digunakan secara berkelompok harus memenuhi beberapa persyaratan. a) Suara yang disajikan oleh media itu harus cukup keras sehingga semua anggota kelompok dapat mendengarnya. b) Gambar atau tulisan dalam media iu harus cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anggota kelompok itu. c) Perlu ada alat penyaji yang dapat memperkeras suara (amplifer) dan membesarkan gambar (proyektor). 3. Media dapat juga digunakan secara massal. Media yang seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti radio, televise, atau digunakan dalam ruang yang besar. Untuk memudahkan orang belajar dengan menggunakan media seperti ini sebaiknya kepada para peserta diberikan bahan tercetak sebelumnya. Bahan cetakan itu setidak-tidaknya harus memuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, garis besar isi, petunjuk tindak lanjut, dan bahan sumber lain yang dapat dipelajari untuk memperdalam pemahaman. Bahan cetakan ini diberikan jauh sebelum saat penggunaan media dilakukan. Dengan demikian para peserta dapat menyiapkan diri dalam mengikuti program media itu. 8 LEMBAR OBSERVASI FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK NAMA MAHASISWA :………… PUKUL :…………….. NO. MAHASISWA :………… TEMPAT PRAKTIK :……………… TGL. OBSERVASI :………… FAK/JUR/PRODI :…………….. NO ASPEK YANG DIAMATI DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN A. Perangkat Pembelajaran 1. Silabus 2. Satuan Pelajaran (SP) 3. Rencana Pembelajaran (RP) B. Proses Pembelajaran 1. Membuka pelajaran 2. Penyajian materi 3. Metode pembelajaran 4. Penggunaan bahasa 5. Penggunaan waktu 6. Gerak 7. Cara memotivasi siswa 8. Teknik bertanya 9. Teknik penguasaan kelas 10. Penggunaan media 11. Bentuk dan cara evaluasi 12. Menutup pelajaran C. Perilaku Siswa 1. Perilaku siswa di dalam kelas 2. Perilaku siswa di luar kelas Pringsewu,………….. Guru Pembimbing Pengamat, _______________ ________________ NIP. NIM. 9 PENUTUP Media pembelajaran merupakan bagian dari sumber pembelajaran. Ada dua unsur yang terkandung di dalam media pembelajaran, yaitu: pesan atau bahan/materi pembelajaran yang akan disampaikan, atau disebut perangkat lunak (software) dan alat penampil atau perangkat keras (hardware). Sesuai dengan klasifikasinya media pembelajaran mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, berdasarkan tujuan praktis yang akan dicapai media pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu media grafis,media audio, dan media projeksi.secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan siswa dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal. Sedangkan secara khusus manfaat media pembelajaran adalah penyampain meteri pembelajaran dapat diseragamkan,proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik, interaktif, dan kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan serta peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif. Dengan adanya media proses pembelajaran yang dilakukan akan lebih efisien,tetapi juga membantu siswa menyerap materi ajar secara lebih mendalam dan utuh. DAFTAR PUSTAKA Sadiman Arief,Dkk.1984.Media Pendidikan.Rajagrahafindo Persada:Jakarta Suwarna, Dkk.2006. Pengajaran Mikro. Tiara Wacana : Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s